Terbaru

Dukung Inovasi, Ahok Restui UBER Beroperasi

Uber, perusahaan transportasi tanpa punya armada sendiri ini mengklaim telah mendapat restu dari Gubernur DKI Ahok dalam menjalankan bisnisnya. Meskipun sering mendapat perlawanan dari sopir taksi regular, pemilik bisnis ride sharing ini terus memperjuangkan eksistensinya di Indonesia.

Gubernur DKI, Basuki Tjahya Purnama (Ahok)

Dalam situsnya, Uber memberitakan bahwa  Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara resmi mengakui nilai dan legalitas Uber seusai menerima persetujuan BKPM. Bahkan, Gubernur kemudian juga menggarisbawahi kebutuhan akan reformasi, dalam kerangka DISHUB, untuk memastikan aktivitas ilegal diberantas dan teknologi ride sharing seperti Uber, yang berbuah positif pada sistem transportasi, diberi  pengarahan yang tegas dan dibiarkan bertumbuh.

Menyuarakan dukungannya untuk aplikasi ride sharing seperti Uber pada pertemuan tersebut,  Ahok berujar, “Berdasarkan pemahaman saya, alasan utama Uber beroperasi di Jakarta adalah dikarenakan adanya kebutuhan publik yang tinggi akan sarana transportasi yang aman, terpercaya dan terjangkau.”
Logo Uber

“Teknologi ride sharing, seperti Uber, telah direspon secara positif dan luar biasa oleh banyak pengguna karena kemampuannya untuk menyediakan tiga faktor penting – sarana transportasi yang aman, terpercaya dan terjangkau – melalui platform teknologi yang mereka miliki. Saya mendukung sepenuhnya persaingan yang sehat.”

“Semakin banyaknya pilihan transportasi hanya akan berimbas positif dan memberikan keuntungan-keuntungan bagi publik secara keseluruhan, karena lebih banyak pasokan akan berdampak pada persaingan yang lebih sehat. Hal ini juga akan berdampak positif karena pihak-pihak yang terlibat dalam persaingan akan berupaya untuk melakukan terobosan pada kualitas produk dan jasa mereka. Pada akhirnya, konsumen yang diuntungkan.” pungkasnya.

Gubernur mengemukakan beberapa persyaratan sederhana agar perusahaan-perusahaan ini dapat tumbuh pesat:
  1. Memiliki eksistensi legal (PMA/PT)
  2. Membayar pajak (pajak pendapatan, pajak kendaraan),
  3. Memiliki asuransi yang memadai dan
  4. Memastikan bahwa kendaraan mitra menjalani pengujian kendaraan bermotor (KIR).
Gubernur Ahok juga telah mengarahkan DISHUB untuk melakukan pembenahan pada kuota ijin taksi dan perusahaan kendaraan sewa, menugaskan mereka untuk bekerja sama dengan Uber dalam mengembangkan proses yang transparan untuk inspeksi kendaraan dan verifikasi asuransi.

Tanggapan atas pernyataan  tersebut, Uber berterimakasih pada Bapak Gubenur Ahok atas kesediaannya menyambut inovasi, menjunjung tinggi pertumbuhan ekonomi dan mempromosikan pilihan konsumen. Dengan demikian beliau telah memberikan contoh luar biasa pada negara-negara lain di kawasan ini bahwa berpikir ke depan dan pendekatan kolaborasi adalah penting dan akan menggerakkan kota-kota ke masa depan yang lebih cerdas.

Selain itu, Uber juga menyambut baik bahwa industri teknologi ride sharing di Jakarta telah mendapatkan sinyal positif dari Gubernur Ahok untuk beroperasi dalam sebuah iklim dengan kepastian hukum dan kondusif dalam meraih kesuksesan.


Sumber: Uber
close
Banner iklan disini