Terbaru

YLKI Tolak Kenaikan Listrik: Rakyat Terbebani Akibat Formula Tarif Tidak Transparan

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menolak kebijakan pemerintah dan PLN menetapkan kembali tarif adjustment (harga pasar), termasuk tarif listrik 1.300 VA yang berlaku 1 Desember.

Berikut beberapa pernyataan YLKI di laman FB resminya;
Sepintas formulasi tarif ini bagus, padahal endingnya formulasi tarif semacam ini sangat memberatkan masyarakat. Oleh karena itu, Tarif adjustment listrik harus ditolak karena:

1.Melanggar Konstitusi, karena menyerahkan tarif listrik pada mekanisme pasar, tanpa campur tangan negara. Padahal listrik merupakan essensial services (jasa kebutuhan dasar), yang harus diintervensi negara, pemerintah.

2. Persoalan yang membelit masalah tarif listrik adalah masalah pasokan energi primer yang merupakan kesalahan pemerintah, kenapa hal itu ditimpakan pada masyarakat untuk menanggungnya dengan wujud tarif adjustment?

3. Pemberlakuan kenaikan tarif pada bulan Desember tidak tepat momen, karena daya beli masih rendah. Kenaikan ini akan memukul daya beli masyarakat.

4. Besaran tarif adjustment siapa yang mengaudit? BPK seharusnya secara reguler mengaudit adjustment, sehingga formulasi tarif yang transparan dan akuntabel. 

Dikutip dari Pos Kota, pernyataan tersebut diungkapkan oleh Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI di Jakarta, kemarin (30/11).

close
Banner iklan disini