Terbaru

Jejak Kesuksesan Suzuki Vitara di Tanah Air

Suzuki Vitara Brezza
Diluncurkannya Maruti Suzuki Vitara Brezza pada ajang Delhi Auto Expo 2016 Rabu (3/2) lalu, menghadirkan sebuah kesan tersendiri bagi pecinta mobil di Indonesia. Terutama jika mengingat sepak terjang Suzuki Vitara di Indonesia pada era 90-an, yang  sempat menjadi populer karena desainnya yang modern dan kemampuan gerak empat roda (4x4) yang ditawarkannya. Saat itu, Vitara bisa dibilang merupakan pelopor SUV modern di Tanah Air.

Suzuki Escudo/Vitara
Generasi Vitara pertama kali diproduksi dengan nama Suzuki Escudo pada tahun 1988 untuk pasar domestik Jepang dan kemudian dinamai Sidekick saat memasuki pasar Amerika Serikat dari 1988 hingga 1998. Vitara diciptakan sebagai penerus kesuksesan mobil segala medan SJ413 dan Samurai yang laris manis. Konstruksinya terinpirasi dari Lada Niva, mobil off-road lansiran pabrikan Rusia. Vitara diplot untuk mengisi celah di atas Suzuki Samurai, baik dari segi dimensi maupun kapasitas mesinnya lebih besar.

Pada 1992, Suzuki memperkenalkan Vitara di Indonesia dengan sistem penggerak 4x4 dan mesin berkapasitas 1,6 liter. Di 1994 untuk meraih lebih banyak konsumen dari kalangan, Vitara varian berpenggerak roda belakang (4x2) diperkenalkan di Indonesia dan dilabeli sebagai “Escudo” untuk membedakannya dengan varian 4x4.

Periode 1996, Suzuki kembali memperkenalkan Sidekick sebagai varian terendah dari Escudo, dengan interior serta fitur yang lebih minimalis untuk membuat harganya lebih terjangkau. Sebelumnya, di 1995, Vitara mendapatkan sistem pasokan bahan bakar bertipe injeksi, dan dijual sebagai Vitara EPI (Electronic Petrol Injection). Hanya saja, karena harga yang cukup tinggi maka peminatnya tidak sebanyak pendahulunya, dan varian ini kurang sukses di pasaran. Namun, sekarang varian ini menjadi barang incaran kolektor karena jumlahnya yang terbatas.

Vitara generasi kedua memiliki dimensi sedikit lebih besar dengan desain yang mengaplikasikan kurva-kurva membulat serta tawaran mesin berkapasitas lebih besar. Suzuki Indonesia memboyong Vitara generasi kedua ke Indonesia pada 2001, namun saat itu digunakan nama Escudo 2.0 dengan kapasitas mesin 2,0 liter. Selang dua tahun kemudian, Suzuki Indonesia kembali memperkenalkan beberapa varian terbarunya, yaitu Escudo 1.6 bermesin 1,6 liter dengan harga yang lebih terjangkau, serta Grand Escudo XL-7 yang berkapasitas tujuh penumpang, serta menggendong mesin V6 2,5 liter di balik kapnya.

Di 2006, Suzuki kembali menghidupkan nama Vitara dengan kehadiran Suzuki Grand Vitara berkapasitas 2.0 liter yang diluncurkan pada ajang Indonesian Internasional Motor Show 2006. Meskipun kembali mengusung nama Vitara, sistem penggeraknya tidak mengadopsi 4x4 seperti generasi pertamanya yang masuk ke Indonesia. Tiga tahun berselang, Suzuki menaikkan kelas Vitara dengan memboyong perubahan mesin Grand Vitara dengan kapasitas 2,4 liter disertai beberapa perubahan pada sektor eksterior maupun interiornya. Di pasar ini, Suzuki bertarung langsung dengan beberapa model SUV lainnya antara lain Honda CR-V dan Nissan X-Trail yang saat itu tengah menguasai pasar di kelasnya.

Kehadiran Vitara Brezza dengan dimensi yang lebih kecil dibandingkan Grand Vitara, jelas memunculkan kembali kenangan akan generasi pertama Vitara di Indonesia yang juga berdimensi kompak. Hal ini jelas dapat dimanfaatkan oleh pihak Suzuki Indonesia untuk menjadikan Vitara Brezza salah satu model yang dapat membangkitkan minat beli konsumennya.
close
Banner iklan disini