Terbaru

Diliput Pers Asing, Pemuda Indonesia Ubah Sampah Menjadi Bensin

Hamidi, Wirausahawan Hijau (Foto: reuters)

Penumpukan sampah terus terjadi di kota-kota besar. Ini akibat manajemen pengolahan sampah yang kurang tertata dengan baik pada area padat penduduk. Seorang pemuda bernama Hamidi, menjadi “wirausahawan hijau” dengan mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar. Pers asing pun ikut meliput usaha Hamidi ini.

“Awalnya aku hanya ingin memulai sebuah bisnis,” kata Hamidi, yang memulai inisiatif pengolahan sampah setahun lalu di Tangerang. “Tapi dalam prosesnya, aku belajar tentang meningkatnya masalah sampah di lingkungan dan aku pikir masalah itu perlu untuk diselesaikan.”

Dia merupakan satu suara di antara sebuah kelompok kecil individu dan organisasi non-pemerintah yang mencoba mengolah sampah. Hamidi mengolah 25 kg sampah setiap hari melalui proses pembakaran plastik dan destilasi sehingga menghasilkan bahan bakar cair. Kebanyakan rumah tangga di Jakarta memang tidak melakukan pengolahan sampah. Para pemulunglah yang memilah sampah dan menjualnya ke tempat pengolahan sampah.

Sebagai salah satu produsen sampah plastik terbesar, Indonesia seharusnya segera bertindak untuk membenahi manajeman sampah di negaranya. Pemerintah DKI Jakarta sendiri berupaya mengurangi sampah plastik dengan membatasi penggunaan kantong plastik, sayangnya masih belum efektif dilaksanakan.

“Pemerintah melakukan terlalu sedikit tidak hanya untuk masalah plastik, tapi manajemen sampah secara umum,” kata Marco Kusumawijaya dari Rujak Center untuk Urban Studies di Jakarta.

Apa yang dilakukan Hamidi merupakan tindakan yang patut diteladani. Tak hanya pemuda-pemuda di daerah lain yang patut meneladaninya, namun pemerintah juga harus terdorong untuk memperbaiki manajemen pengolahan sampah.

Simak video berikut:
close
Banner iklan disini