Terbaru

Video: Kisah Kota Tanpa Jendela

Kota tanpa jendela (channelnewsasia.com)

Aleppo adalah kota terbesar kedua di Suriah setelah Damaskus. Kota ini menjadi perebutan antara rezim Assad dengan oposisi. Ketika protes anti-pemerintah di Suriah muncul pada Maret 2011, rezim melakukan segala usaha agar Aleppo tidak jatuh ke tangan musuh.

Semenjak itu bentrokan semakin meningkat di wilayah Aleppo dan sekitarnya. Lebih dari 270.000 nyawa terenggut akibat perang saudara ini. Adu senjata yang kerap terjadi membuat Aleppo berantakan menjadi kota tanpa jendela.

“Setiap bulan kami ditembaki. Semua kaca jendela hancur. Awalnya kami selalu membetulkan kaca jendela yang pecah. Tapi lama kelamaan kami tidak memiliki dana lagi untuk memperbaikinya”  terang Ammar Wattar, salah seorang warga Aleppo.

Semenjak terjadi bentrok, harga kaca terus melonjak naik. Sebagian penduduk mengganti kaca dengan plastik karena harganya yang enam kali lebih murah.

“Sebuah pesawat menjatuhkan bom dekat dengan kediaman saya. Kaca jendela saya pun hancur akibat tekanan dan reruntuhannya. Saya menggunakan plastik karena harganya yang murah. Kaca sangat mahal,” kata Abu Ahmad, salah satu pemilik toko.

Seorang penduduk Aleppo bernama Mohammed Jokhdar menambahkan, “Plastik tidak dapat melindungi kami dari panas dan hujan. Plastik juga tidak dapat mengurangi kebisingan sehingga kami merasa seperti sedang berada di pinggir jalan di luar rumah.”


Bila video di atas tidak bisa diakses, Anda bisa ikuti tautan asli di bawah ini:
https://www.youtube.com/watch?v=CchgeDFaGCk
close
Banner iklan disini