Terbaru

Fakta Mengenaskan Di Balik Nikmatnya Kopi Luwak

Luwak kandang penghasil kopi nikmat. (nationalgeographic.com)

Anda tentu sering mendengar tentang kopi luwak. Di Amerika Serikat kopi luwak dijual seharga $80 atau sekitar Rp 1 juta per kilo, yang membawa kopi luwak sebagai kopi termahal di dunia. Namun, proses pemeliharaan luwak tak selaras dengan harga dan citranya yang eksklusif di mata dunia.

"Beberapa kandang terlalu kecil. Mereka seperti kelinci kandang yang basah kuyup dengan air kencing dan kotoran di seluruh tempat," kata Neil D'Cruze, salah satu peneliti. -- “Kebanyakan luwak juga sangat kurus karena hanya diberi makan kopi dan buah ceri. Sedangkan yang lain  mengalami obesitas dan tidak mampu bergerak bebas. Bahkan ada yang mabuk kafein,” lanjutnya.
Kopi ini dihasilkan dari biji kopi yang dicerna sebagian, lalu dikeluarkan bersama kotoran luwak. Enzim pencernaan luwak akan mengubah struktur protein dalam biji kopi dan mengurangi tingkat keasaman sehingga kopi ini memiliki kekhasan tersendiri dan aman untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit lambung.

Beberapa peneliti dari Wildlife Conservation Research Unit Universitas Oxford dan London-based Nonprofit World Animal Protection mengkaji kondisi hidup 50  ekor luwak di 16 penangkaran di Bali. Hasilnya, dari segi sanitasi dan cara pemeliharaan, semua penangkaran dinilai gagal memenuhi persyaratan standar kesejahteraan hewan.

"Beberapa kandang terlalu kecil. Mereka seperti kelinci kandang yang basah kuyup dengan air kencing dan kotoran di seluruh tempat," kata Neil D'Cruze, salah satu peneliti. “Kebanyakan luwak juga sangat kurus karena hanya diberi makan kopi dan buah ceri. Sedangkan yang lain  mengalami obesitas dan tidak mampu bergerak bebas. Bahkan ada yang mabuk kafein,” lanjutnya.

“Yang paling mengenaskan dari itu semua adalah lantai kandang yang terbuat dari kawat. Hewan-hewan itu dipaksa berdiri, duduk, dan tidur di atas lantai kawat sepanjang hari. Bayangkan jika Anda disuruh berdiri di tas kawat sepanjang waktu, kaki Anda pasti lecet dan luka. Dan mereka tidak dapat keluar dari tempat seperti itu. Mereka pasti merasakan rasa sakit dan ketidaknyamanan secara terus-menerus.”

“Disamping itu, para luwak tidak mendapatkan air bersih dan tidak dapat berinteraksi dengan luwak lainnya. Belum lagi, setiap siang hari  mereka harus terusik dengan suara bising lalu lintas dan wisatawan. Luwak adalah hewan nokturnal, gangguan-gangguan seperti itu akan sangat menyiksa mereka.” sambung D'Cruze.

Para ahli mengatakan, yang membuat kopi luwak menjadi sangat istimewa adalah luwak liar dapat memilih kopi dengan kualitas terbaik untuk dimakan, sedangkan luwak dalam kandang justru makan karena terpaksa. Selain tidak dapat memilih kopi yang baik, luwak peliharaan juga rentan stress dan penyakit sehingga proses pencernaan tidak berjalan baik.
close
Banner iklan disini