Terbaru

Dengan Latar Belakang Selat Bali, Seribu Penari Gandrung Penuhi Pantai Boom

 

Penampilan seribu penari Gandrung Banyuwangi, memenuhi pelataran Pantai Boom dengan latar belakang Selat Bali

 

 

Banyuwangi, majalah.online- Tari Gandrung merupakan kesenian asli yang lahir dan berkembang di Banyuwangi serta memiliki sejarah panjang di negeri Blambangan ini.


Gandrung berasal dari bahasa Banyuwangi yang berarti suka, tergila gila atau terpesona. Rakyat Banyuwangi sendiri mempresentasikan gandrung sebagai wujud dari kekaguman rakyat Blambangan yang agraris kepada Dewi Sri sebagai perwujudan dari Dewi Padi yang membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Lewat Tari Gandrung inilah masyarakat Banyuwangi memberikan perhormatan sekaligus persembahan dan rasa syukur terhadap Dewi Sri,  yang menjadi spirit masyarakat untuk melestarikan Tari Gandrung.

Tarian Gandrung Banyuwangi yang menjadi ikon Kabupaten Banyuwangi


Awalnya, Tari Gandrung dibawakan oleh laki laki dengan dandanan perempuan. Namun, seiring berkembangnya Islam di bumi Blambangan, gandrung lanang mulai pudar. Konon hal ini berkaitan dengan ajaran islam yang menabukan laki laki berdandan ala perempuan. Dan era gandrung lanang benar benar berakhir setelah kematian penari terakhirnya, Marsan.

Dengan mengambil tema “Seblang Lukinto”, Sabtu (17/9/2016) seribu penari gandrung menari pada Festival Gandrung Sewu yang di gelar di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur.

Penampilan teatrikal yang digabung dengan tarian kolosal melibatkan seribu penari ini, mengisahkan perjuangan rakyat Blambangan dalam melawan penjajah Belanda pada tahun 1776-1810 yang dipimpin Rempeg Jogopati dalam menumpas penjajahan VOC.

Lewat Gandrung Banyuwangi diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing dan domestik


Penampilan ini sudah masuk tahun kelima, dan penampilan yang sekarang ini adalah kelanjutan dari penampilan teatrikal pada tahun kemarin. Hanya bedanya, tahun sebelumnya menceritakan tentang kekalahan rakyat Banyuwangi dan pada tahun sekarang temanya adalah adalah kebangkitan dari sisa sisa laskar Rempeg Jogopati dan perjuangan rakyat Banyuwangi hingga tetes darah penghabisan.

Gandrung Sewu memang sudah menjadi ikon Kabupaten Banyuwangi apalagi setiap tahunnya dibawakan dengan tema yang berbeda beda. Apalagi semua lapisan masyarakat bisa menyaksikan langsung di Pantai Boom dengan latar belakang Selat Bali. Amazing Banyuwangi.

close
Banner iklan disini