Terbaru

Awas, Gunakan Kantong Plastik di Negara Ini Bisa Kena Denda

Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut terbesar setelah China

"Mau pakai kantong plastik atau kardus? Kantong plastik berbayar Rp200.."

Jangan kaget, jika sapaan khas petugas kasir swalayan atau supermarket ini tak lagi anda temui saat berbelanja. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), memutuskan untuk menghentikan uji coba penerapan plastik berbayar yang telah berjalan sejak 21 Februari 2016 lalu. 


Alasannya, kebijakan kantong plastik berbayar di tanah air belum memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan telah menimbulkan pro dan kontra di sejumlah daerah.

"Setelah mempertimbangkan secara masak dampak yang berkembang, kami memutuskan menggratiskan kembali kantong plastik di seluruh ritel moderen, mulai 1 Oktober 2016 hingga diterbitkannya Permen KLHK yang berkekuatan hukum," kata Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mandey, dilansir Antara News, Jumat (30/9).

Keputusan Aprindo ini tentu disayangkan oleh banyak pihak. Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut terbesar setelah China. Total jumlah sampah plastik yang dihasilkan adalah 187,2 juta ton per tahun. Sementara China tercatat menghasilkan 262,9 juta ton sampah per tahun.

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, jika penggunaan kantong plastik dari 100 toko saja dalam setahun mencapai 10,95 juta lembar. Bila dibentangkan mencapai luas 65,7 hektar atau 60 kali luas lapangan sepak bola.

Sampah kantong plastik memang perkara serius. Tak hanya membutuhkan waktu hingga 1000 tahun agar sampah kantong plastik betul-betul terurai sempurna. Saat teruraipun sampah kantong plastik tetap akan mencemari tanah dan air tanah. Jika tidak dibakar secara sempurna, sampah kantong plastik justru akan mencemari udara dan berbahaya bagi kesehatan. Dampak lebih lanjut, sampah kantong plastik juga akan memicu perubahan iklim.
Tak heran, jika banyak negara memilih mengambil langkah tegas mengenai aturan penggunaan kantong plastik. Bangladesh adalah negara pertama yang melarang penggunaan kantong plastik sejak tahun 2002. Penyebabnya, pada tahun 1988 hingga 1998 banjir kerap merendam 2/3 wilayah negara ini. Setelah diselidiki, penyebab terbesar banjir di Bangladesh adalah mampetnya saluran-saluran air akibat tersumbat sampah kantong plastik!

Sampah kantong plastik, juga ditengarai sebagai penyebab terjadinya banjir di India. Bahkan, banjir yang terjadi di tahun 2005 memakan korban hingga 1000 orang. Tak hanya melarang penggunaan kantong plastik. Pemerintah India juga memberlakukan denda 5000 rupee atau sekitar satu juta rupiah bagi toko atau swalayan yang melanggar. Sementara, bagi warga yang membandel, siap-siap kena denda 1000 rupe atau sekitar 200 ribu rupiah jika masih nekad berbelanja menggunakan kantong plastik.

Denda bagi pengguna kantong plastik juga berlaku di Meksiko. Sementara, negara-negara seperti Denmark, Jerman, Irlandia mengenakan pajak bagi toko-toko yang masih memberikan kantong plastik bagi konsumen.

Oleh : Sri Utami
close
Banner iklan disini