Terbaru

Euthanasia: Wanita Ini Mengadakan Pesta untuk Merayakan Kematiannya Sendiri

Jika biasanya pesta diadakan untuk merayakan kebahagiaan, Davis justru menggelar acara untuk menyambut kematian dirinya sendiri. (dailymail.co.uk)

Betsy Davis mengirim undangan kepada keluarga dan para sahabatnya melalui sebuah email. “Ini tidak seperti pesta yang biasa Anda hadiri. Pesta ini membutuhkan stamina emosional, keterpusatan, dan keterbukaan. 

Tidak ada aturan dalam pesta ini. Pakailah apa yang Anda mau, katakan apa yang Anda pikirkan, menari, melompat, bernyanyi, berdoa. Tapi hanya ada satu syarat, Anda tidak boleh menangis di depan saya,” tulisnya dalam email undangannya, dilansir dari People, Sabtu (13/8/2016).

Wanita yang berprofesi sebagai seniman teater itu mengidap Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) yaitu penyakit langka mematikan yang menyebabkan penurunan fungsi (degeneratif) sel saraf motorik yang memicu kerusakan saraf lainya dengan cepat.

Tiga tahun lalu Davis masih bisa berjalan, namun setahun terakhir dia harus menggunakan kursi roda. Dokter memperkirakan dalam hitungan bulan Davis akan lumpuh total, disusul dengan hilangnya kemampuan menelan bahkan bernafas.

Tahun ini, Negara Bagian California secara resmi memberi izin kepada warganya yang mengidap penyakit berat untuk melakukan bunuh diri dengan bantuan dokter. Setelah mendapat izin dari pemerintah, Davis menjadi warga California pertama yang melakukan euthanasia dengan mengonsumsi obat mematikan.

Pesta yang disebut sebagai “kelahiran kembali” ini diselenggarakan di sebuah rumah yang indah di Ojai California pada 23 sampai 24 Juli lalu. Kehangatan cinta dan tawa mengisi rumah tersebut. Sepanjang malam Davis yang duduk di kursi roda listriknya, berinteraksi dengan semua yang datang.

Para tamu juga menikmati makanan dan susunan acara yang disajikan. Davis menggelar fashion show dimana ia sendiri yang memilih pakaian untuk setiap tamu dan modelnya. Namun saat waktunya tiba, para teman dan keluarga bergantian menciumnya dan mengucapkan selamat tinggal, serta berkumpul untuk melakukan foto bersama.

Saat senja mulai turun, Davis didorong menggunakan kursi rodanya ke kanopi di atas bukit, di mana ia untuk terakhir kalinya melihat matahari terbenam. Ia meminum obat yang merupakan kombinasi morfin pentobarbital dan kloral hidrat yang diresepkan oleh dokter, tepat pukul 6.45 petang.

Davis meninggal empat jam kemudian, didampingi oleh saudara perempuan, pengasuh, dokter, dan terapis pijatnya. "Bagi saya dan kawan-kawan lain yang diundang, rasanya sangat berat. Tapi kami ingin hadir di sana memberinya semangat menghadapi takdir," kata Niels Alpert, rekan Davis.

Semua tamu yang diundang telah berjanji berkumpul lagi tahun depan di hari ulang tahun Betsy bulan Juni, untuk menyebarkan abunya.
close
Banner iklan disini