Terbaru

Mulai November Bandung Larang Penggunaan Styrofoam, Kota Lain Kapan?

Styrofoam ditengarai sebagai penyebab kanker dan sulit terurai alam

Bandung, Majalah.Online - Selain New York, San Fransisco, Washington dan sejumlah kota besar lain di Amerika, Bandung jadi kota pertama di Indonesia yang melarang penggunaan styrofoam. Tingginya penggunaan styrofoam di kota Kembang yang mencapai 27 ton per bulan, mengakibatkan sampah gabus ini menumpuk di sungai dan menyebabkan banjir.

Lewat akun twitternya @ridwankamil (12/10) Wali Kota Bandung yang akrab disapa Kang Emil ini, mengumumkan kebijakan larangan penggunaan styrofoam untuk wadah minuman dan makanan.

"Warga Bandung, per tanggal 1 November 2016, penggunaan styrofoam dilarang untuk kemasan makanan dan minuman. Styrofoam buat seblak itu ada kandungan kanker, mau?"

Baca: Bahaya Nekad Pakai Styrofoam, ASI dan Janin pun Bisa Tercemar
Hasil riset Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) kota Bandung menunjukkan bahwa penyebab terhambatnya aliran air sungai hingga meluap dan terjadi banjir adalah sampah plastik dan styrofoam. Bukan rahasia lagi, kota yang dikenal menawarkan banyak alternatif wisata kuliner ini memiliki tingkat pemakaian styrofoam yang tinggi, mencapai 27 ton per bulan.

Pada bulan September 2016, Ridwan Kamil pun meminta BPLH kota Bandung untuk mengkaji penerapan aturan pelarangan styrofoam dan mencari alternatif yang terbaik untuk kemasan pengganti. Aturan larangan penggunaan styrofoam mulai efektif diberlakukan per tanggal 1 November 2016.

Memang praktis menggunakan styrofoam, tapi efek negatifnya lebih besar
Sosialisai pun mulai gencar dilakukan selama dua pekan ke depan, masih bersifat himbauan, mendidik dan pada akhirnya adalah pelarangan. Bagi yang melanggar akan diberikan tiga tahapan surat peringatan. Jika yang bersangkutan masih membandel akan diberi sanksi alternatif atau perijinan diupayakan akan dicabut.

Sebelumnya, sejumlah kota besar di manca negara juga sudah memberlakukan pelarangan penggunaan styrofoam. Kota New York di Amerika Serikat adalah salah satunya. Sejak tahun 2015 produk-produk styrofoam atau Expandable Polystryrene Foam (EPS) mulai dari gelas, mangkuk, piring dan boks makanan tidak boleh digunakan atau dijual di kota ini.
Pemerintah setempat memberi waktu kepada para penjual selama 6 bulan untuk melakukan penyesuaian atau harus membayar denda. Menurut Walikota New York, Bill de Blasio pada BBC, produk-produk EPS menyebabkan kerusakan lingkungan dan masyarakat masih memiliki alternatif yang lebih baik.

Diperkirakan di Amerika Serikat, setiap tahun terdapat 25 miliar cangkir kopi styrofoam menjadi sampah. Jumlah limbah yang demikian besar dikhawatirkan akan bocor ke lingkungan laut dan mencemari air.

Karena alasan inilah sejumlah restoran di Amerika seperti McDonalds berhenti menggunakan styrofoam atau EPS dan menggantinya dengan kertas pada tahun 2013.

Sementara Dunkin' Donuts menemukan wadah pengganti styrofoam yang terbuat dari komponen yang lebih mudah di daur ulang yaitu polypropylene. Polypropylene berbahan resin atau getah yang sering digunakan pengunjung untuk membungkus makanan.

Oleh : Sri Utami
close
Banner iklan disini