Terbaru

Makan Minum Gratis di Kafe ini, tapi Nongkrong Bayar per Menit

Kafe makan minum gratis

Berbeda dengan kafe kebanyakan, kafe ini menjual waktu. Everything is free inside except the time you spend there

MO - Buat anda yang hobi nongkrong berjam-jam di kafe bermodal membeli secangkir kopi, sebaiknya berpikir ulang untuk mengunjungi kafe Ziferblat. Di sini, pengunjung bebas menyantap makanan dan minuman alias gratis! Pengunjung hanya diminta membayar berapa lama waktu yang dihabiskan di kafe, yang dilengkapi fasilitas wifi berkecepatan tinggi ini.

Pepatah waktu adalah uang, sepertinya paling tepat menggambarkan kafe yang pertama kali di buka di Rusia ini. Ziferblat dalam bahasa Rusia berarti 'clock face'. Dengan slogan 'everything is free inside except the time you spend there', di kafe ini pengunjung bebas mengambil makanan dan minuman juga memakai fasilitas wifi.

Saat datang, pengunjung diminta mendaftar di meja penerima tamu dan membawa jam yang disediakan sebagai pengingat waktu. Disini, tidak ada waktu minimum bagi pengunjung. Seperti dilansir BBC (22/10/2016) pengunjung cukup membayar 7 sen per menit atau sekitar 700 rupiah untuk setiap menit yang dihabiskan di kafe ini. Sementara, untuk cabang Ziferblat di kawasan Liverpool pengunjung dikenakan biaya 8 sen atau 800 rupiah per menit.

Ide jenius ini datang dari Ian Mitin. Pria berusia 29 tahun ini, mengumpamakan Ziferblat seperti hotel atau hostel, dimana pengunjung hanya membayar sewa tempat untuk menikmatinya. Uniknya lagi, pengunjung juga tak perlu membayar uang untuk pelayanan, karena mereka mengambil makanan dan minuman sendiri.

Di kafe ini tersedia mesin kopi dan aneka snack, mulai dari biskuit, cake, buah, sayuran dan pelenglapnya. Bahkan di Ziverblat pengunjung bisa menyiapkan sendiri makanan favorit mereka di dapur kafe.

Sebelumnya kafe Ziferblat sudah memiliki 10 cabang di Rusia. Pada Januari 2016, kafe Ziverbalt membuka cabang pertamanya di Inggris, tepatnya di 388 Old Street di kawasan selatan kota London. Kepada The Guardian, Ian Mitin menyatakan jika warga London terlihat begitu antusias dengan dibukanya kafe berkonsep unik ini.

"Sangat menyenangkan melihat para pengunjung antri untuk mencuci piring yang baru saja mereka gunakan. Bahkan, mereka tak segan mencucikan piring pengunjung lain. Bagi mereka  ini bukanlah paksaan, karena mereka melakukannya sebagai sebuah penghargaan bagi satu sama lain. Sangat sosial."

Mayoritas pengunjung merasa terkesan dengan konsep baru yang diusung Ziverblat. Rata-rata pengunjung bisa menghabiskan waktu sekitar 83 menit dalam sekali berkunjung. Atau 4 kali lebih lama dibanding waktu yang mereka habiskan di kafe biasa.

Kepada The Guardian, Alice, 25, mengaku sangat menikmati mengambil makanan dan minuman sendiri. Bagi warga kota London ini, Ziverbalt merupakan tempat nongkrong yang menyenangkan. Sementara, Sebastian, 26, justru mengeluhkan tidak adanya pelayanan di kafe, hingga penggunjung harus membuat kopi dan mencuci piring sendiri. Pria inipun mengaku tak akan kembali ke kafe ini.

Jadi, bagaimana menurut anda, apakah membayar sekitar 36 hingga 48 ribu rupiah per jam di kafe Ziverblat adalah harga yang sepadan?

Yang pasti, konsep baru ini mungkin saja bisa jadi solusi bagi kafe-kafe lain. Bukan rahasia lagi, jika pendapatan kafe, bahkan sekelas Starbucks sekalipun dikabarkan mengalami penurunan. Banyak calon pengunjung akhirnya batal mampir, karena semua kursi terisi penuh. Sementara pengunjung di dalam kafe sengaja berlama-lama, meski hanya membeli secangkir kopi saja. 

Konsep 'coffice' atau kafe yang merangkap jadi kantor atau tempat pertemuan ini diharapkan akan jadi trend di masa mendatang. Sebuah cabang baru dan terbesar Ziverbalt merangkap ruang kerja bagi industri kreatif tengah disiapkan di kawasan Manchaster, Inggris. Cabang ke-17 Ziverblat di dunia ini rencananya akan siap beroperasi awal tahun 2017.

Oleh : Sri Utami
close
Banner iklan disini