Terbaru

Virtual Fitness Trend Olahraga Baru, Mampukah Menggantikan Gym Dan Trainer?

Cukup tiru gerakan yang disarankan aplikasi dan memonitor kalori dari gadget

Gym hanya akan menjadi tempat sosialisasi

Di Indonesia mungkin memang belum begitu banyak orang yang mendengar ataupun mengenal istilah virtual fitness. Era digital ini memang membuat orang semakin mudah dan praktis dalam melakukan aktivitasnya termasuk berolahraga yang seringkali karena faktor kesibukan tak sempat lagi dilakukan atau belum adanya pusat kebugaran. 

Mungkin itulah yang menjadi dasar pemikiran sehingga virtual fitness ini hadir yaitu untuk mempermudah orang-orang yang ingin bisa melakukan olahraga ini tetapi terhalang oleh suatu keadaan.

Screenshot aplikasi DuniaFitnes
Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada satu penyedia aplikasi virtual fitness ini yaitu DuniaFitness yang didirikan oleh Denny Santoso. Aplikasi ini sudah tersedia di smartphone Android dan BlackBerry sedangkan untuk iOS akan menyusul setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut pada aplikasi tersebut. Pada tahap awal aplikasi ini masih fokus pada fitness seperti Fat Loss Fitness, Nutrition and Healt dan tentu saja video fitness.

DuniaFitnes juga mengembangkan website yang berisi fitur-fitur yang berhubungan dengan berat badan dan kesehatan, antara lain kalkulator BMR (Basal Metabolic Rate) yaitu angka yang menunjukkan berapa kebutuhan energi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas harian, tabel nutrisi dan dalam waktu dekat akan merilis fitur forum konsultasi dengan member yang hampir mencapai seribu orang dan link langsung ke Sportindo mailing list yang memiliki 2.497 anggota dengan rata-rata 10 postingan per hari.

Nantinya web ini tidak hanya akan berisi hal-hal tersebut di atas saja tetapi juga aplikasi Training Plans. Training Plans ini ditujukan untuk member yang memilih untuk melakukan program latihan secara bertahap sebagai contoh wanita yang memiliki bobot berlebih setelah melahirkan dan ingin membentuk tubuhnya menjadi langsing seperti semula maka dia lebih tepat jika menggunakan aplikasi ini.

Aplikasi ini sedang dalam tahap pengembangan agar nantinya siap untuk digunakan  ketika user berada di gym.   Denny menambahkan seperti yang dikatakannya kepada e27 sejak aplikasi ini diluncurkan sudah mendapatkan lonjakan pengunjung 11.000-15.000 orang dalam waktu dua hari dari yang tadinya hanya sekitar 7000-9000 orang, dan ribuan orang sudah mendownloadnya.

Di Indonesia sendiri sepertinya virtual fitness akan menjadi tren baru salah satunya adalah dengan akan adanya event seminar virtual fitness di PrimaFit Training Room, The Sultan Resident, Jakarta pada tanggal 6 Desember 2016 oleh Les Mills Asia Pacific setelah mereka melakukannya di Kuala Lumpur pada tanggal 2 Desember2016 dan akan diadakan juga di Australia pada tanggal 7 Desember 2016. Event ini mungkin akan menjadi titik awal tren virtual fitness di Indonesia.

Lalu apakah virtual fitness ini nantinya akan bisa menggantikan peran pusat kebugaran dan trainer manusia. Meskipun fitur aplikasi dari virtual fitness ini terutama di luar negeri sudah cukup lengkap kebutuhan manusia yang berhubungan dengan dunia kebugaran dan kesehatan dalam satu cara mudah tinggal akses dari smartphone atau PC tetapi secanggih apapun teknologi adalah sesuatu yang tidak memiliki rasa.

Salah satu pilihan aplikasi virtual fitness
Manusia adalah makhluk sosial yang dikarunia perasaan dan emosi, memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan manusia lainnya dan hal ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Dan itu tidak bisa didapatkan dari aplikasi virtual meskipun di dalam aplikasi tersebut juga disediakan trainer virtual.

Seperti dilansir oleh Verywell, beberapa ahli berpendapat bahwa program virtual fitness dan “pelatihnya” tidak bisa menggantikan peran pelatih profesional yang tentu saja manusia. Mereka berpendapat bahwa program aplikasi virtual ini fungsinya hanya sebagai pendukung saja bukan menggantikan.

Karena seperti juga aktivitas lain yang sering dilakukan manusia, olahraga kebugaran ini seringkali membutuhkan motivasi yang bisa didapatkan dari personal trainer atau kelompok olahraga yang dibentuk. Kadang juga dibutuhkan konsultasi dan diskusi jenis latihan apa yang tepat dan baik untuk kita.
Naskah: Pridiyawati Purnomowulan
close
Banner iklan disini