Terbaru

Pagi Hari, Bukan Saat yang Tepat Minum Kopi

Menyeruput kopi di pagi hari? Perhatikan saat dan jumlah yang tepat. (Getty Images)

Minum kopi di pagi hari memang nikmat. Bahkan, banyak orang mengaku tak bisa 'melek' apalagi berkonsentrasi, sebelum menyeruput secangkir kopi. Tapi, tahukah anda, kopi yang selama ini dianggap sebagai 'energy booster' di pagi hari, ternyata hanyalah mitos belaka.

Penelitian dilakukan oleh Steven Miller, seorang neuroscientist dan kandidat Ph.D di University of Health Sciences di Bethesda, Maryland. Seperti dilansir Metro.co.uk (27/10/2016) minum kopi di saat yang tidak tepat, seperti sesaat setelah bangun tidur, justru akan mengganggu produksi hormon kortisol dalam tubuh.
Hormon kortisol yang kerap disebut sebagai hormon stress, adalah hormon yang bermanfaat untuk menjaga mata kita agar tetap terbuka dan awas, sehingga tingkat kewaspadaan pun tinggi. Pada pagi hari jumlah hormon kortisol di dalam tubuh sedang tinggi-tingginya. Sehingga  tubuh sebenarnya tidak memerlukan tambahan stimulan seperti kafein agar tetap terjaga.

Mengkonsumsi kafein terlalu pagi, justru akan memberi sinyal pada tubuh agar lebih sedikit memproduksi kortisol. Akibatnya bisa ditebak, tubuh akan mengalami ketergantungan pada kopi. Semakin lama seseorang akan merasa butuh lebih banyak kopi untuk merasakan efek peningkatan energi dan fokus, yang seharusnya bisa didapatkan dari dosis yang lebih kecil.

Level hormon kortisol paling tinggi diproduksi di pagi, siang dan sore hari. Antara pukul 8 hingga 9 pagi, pukul 12 hingga 1 siang dan pada pukul 5.30 hingga 6.30 sore. Jika pada waktu-waktu tersebut seseorang minum kopi, keefektifan fungsi hormon dan stimulasi yang ditimbulkan justru akan menghilang.

Para peneliti menyebutkan, saat tepat minum kopi adalah saat produksi kortisol mulai turun, yaitu pada pukul 10 pagi hingga 11 siang. Saat itu, tak hanya jumlah kortisol yang turun, namun gula darah juga turun, hingga tubuh merasa sedikit lemas. Pada saat inilah tubuh membutuhkan secangkir kopi. Produksi kortisol juga menurun kembali pada pukul 2 siang hingga 5 sore.

Ahli kedokteran tidur, Joe Ojile dari Clayton Sleep Institute menyatakan bahwa sebenarnya tubuh butuh dua jam untuk dapat benar-benar merasakan efek kafein. Namun, dampak kafein ini pun tak selalu sama. Semakin banyak seseorang mengonsumsi kopi, efek kafein yang dirasakan tubuh semakin kecil. Sementara semakin jarang seseorang mengonsumsi kopi, justru semakin membawa manfaat, karena tubuh akan mampu merespon kafein dengan baik.

Lalu, berapa banyak sebaiknya seseorang mengkonsumsi kopi setiap hari? Jawabannya adalah 300 miligram per hari, atau setara dengan satu cangkir per hari. Perlu diingat, minumlah kopi hanya ketika ketika tubuh benar-benar membutuhkan pendorong kewasapadaan. Menjelang malam, tidak disarankan meminum kopi karena akan meningkatkan stimulasi otak. Efeknya akan dirasakan beberapa jam setelahnya dan menyebabkan sulit tidur.

Oleh : Sri Utami
close
Banner iklan disini