Terbaru

Berniat Entaskan Kemiskinan, Ridwan Kamil Buatkan Program Keluarga Asuh

CANANGKAN KELUARGA ASUH SEJAHTERA: Ridwan Kamil dan Alfatih beserta warga dan donatur dari program "Family For Family" berkumpul di Kantor Walikota Bandung

Bandung, Majalah.Online - Bagaimana cara mengentaskan kemiskinan di setiap kota besar di Indonesia, tentu beragam cara. Mulai dari membuat kursus sampai bantuan modal usaha. Hasilnya pun bermacam-macam. Tetapi, Bandung punya gagasan yang tak sama, bahkan bisa dibilang yang pertama. Yaitu Program Keluarga Asuh.

Gagasan yang diprakarsai oleh Ridwan Kamil, Walikota Bandung ini mirip konsep anak asuh. Namun, bukan anak yang diasuh oleh orang tua yang mapan. Melainkan sebuah keluarga mapan mengasuh keluarga miskin. Nah, konsep ini sendiri disebut sebagai Family For Family. Sebuah ide sosial untuk berantas kemiskinan yang sederhana dan tidak sulit. 

Kegiatan ini sendiri didukung oleh sebuah startup, Kitabisa, yang mempunyai platform untuk mencari keluarga mapan. Dimana Pemerintahan Kota Bandung mencari 50 ribu keluarga mapan untuk mengasuh 50 ribu keluarga miskin. 

“Kami sedang memulai gerakan sosial sederhana dimana satu keluarga mapan mengasuh satu keluarga tidak mampu. Diberi program-program kail multidimensi. Seperti, anaknya diurus, ibunya diberdayakan, dan bapaknya dicarikan atau dibantu modal kerja,” tukas Ridwan Kamil (2/2) saat ditemui di Balai Kota.

Dengan program Family for Family ini sendiri, bisa menjadi kampanye baru untuk mengentaskan keluarga tidak mampu serta bermanfaat. Karena menggunakan platform online untuk memberikan bantuan. Dimana hal tersebut dilakukan di sebuah situs Kitabisa.

“Kampanye ‘Family For Family bisa menjadi contoh baru kampanye terintegrasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam menggalang partisipasi publik untuk mengentaskan kemiskinan melalui platform online. Sehingga kampanye ini mendapat sambutan positif dari publik dan bukan tidak mungkin diikuti oleh Pemerintah dari daerah lain,” pungkas Alfatih Timur, CEO Kitabisa.com

Seperti apa kerja program ini, pertama sekali adalah keluarga mapan mengetahui calo keluarga yang ingin dibantu melalui laman kitabisa. Mulai dari lokasi tempat tinggal, kebutuhan hidup, usaha sampai potensi usaha yang dikembangkan pun mudah diketahui. 


Namun, Pemerintah Kota Bandung melarang segala bentuk bantuan uang konsumtif. Karena hal tersebut dilarang dan bakal dialihkan menajdi kebutuhan produktif. Selain itu, mereka yang mengikuti program ini bakal mendapatkan pekerjaan dan juga modal usaha.

Selain itu, masa asuh dan pembinaan pun dilakukan selama setahun dengan jumlah donasi mencapai Rp 10-15 Juta. Dan adanya pengawasan dari Pemkot Bandung oleh para sukarelawan tersebut. 
close
Banner iklan disini