Terbaru

Untung Rugi Ambil Cicilan KPR dengan DP Rendah

KPR DP cicilan ringan
KPR DP Ringan punya kelebihan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan

Membeli rumah idaman secara tunai mungkin semakin sulit dilakukan di masa kini. Penyebabnya, harga rumah yang makin selangit ditambah bermacam biaya tambahan. Itu sebabnya, fasilitas cicilan rumah atau Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) pun kini menjadi cara yang paling praktis untuk bisa mempunyai tempat tinggal.

Bila Anda membeli rumah secara KPR, biaya yang perlu dipersiapkan secara matang cukup DPnya saja. Untungnya sekarang uang muka rumah (downpayment/ DP) sudah mengalami penurunan hingga di bawah 20%. Namun pertanyaannya, apakah membeli rumah dengan DP di bawah 20% merupakan strategi yang baik untuk kondisi finansial Anda?

Mari simak ulasan berikut:
DP di bawah 20% yang menarik ini kebanyakan dijadikan gimmick oleh para developer untuk memasarkan produk properti mereka. Tapi rumah tersebut belum bisa langsung ditempati karena pembangunannya belum dilaksanakan. Butuh waktu berbulan-bulan untuk proses pembangunannya.  Ada sebagian konsumen yang beruntung dapat rumah cepat biasanya merupakan rumah batal transaksi karena debitur sebelumnya permohonan KPR ditolak Bank.

Kerugian KPR DP Ringan

Ada beberapa kekurangan yang bisa dipertimbangkan sebelum membeli rumah dengan DP rendah atau di bawah 20%. Beberapa diantaranya adalah:

Biaya Administrasi Lebih Besar
Persetujuan kredit DP Ringan (10-20%) berarti nominal pinjaman yang diajukan ke bank menjadi semakin besar. Nah angka pinjaman yang besar inilah yang dapat berpengaruh pada nilai biaya administrasi yang harus dibayar. Biaya administrasi akan dihitung dari jumlah pinjaman yang bank berikan.

Contohnya, Anda ingin membeli rumah seharga Rp350 juta dengan DP 20%. Itu berarti sisa uang yang akan Anda pinjam ke bank (pokok hutang) adalah Rp280 juta. Katakanlah biaya administrasi yang harus dibayarkan adalah  10% dari besarnya pinjaman yang disetujui bank. Itu berarti Anda harus menggelontorkan Rp28 juta untuk biaya tersebut. Hal ini akan berbanding terbalik jika DP yang Anda ajukan lebih besar.

Jadi kalau jumlah uang Anda memang lebih dari DP yang rendah yang ditawarkan, maka lebih baik gunakan saja semuanya untuk membayar DP yang lebih besar agar plafon cicilan KPR (pokok hutang) yang Anda ajukan semakin kecil.

Harga Rumah Jadi Lebih Mahal
Besarnya pokok hutang akibat memilih DP rendah memang bisa lebih ringan jika Anda memilih tenor yang panjang. Namun semakin lama tenor yang Anda pilih, maka harga rumah pun bisa menjadi semakin mahal.

Pada masa pembayaran cicilan, ada nominal pembayaran yang terkena bunga fixed dan juga bunga floating. Masa pemberian bunga fixed biasanya lebih pendek dan diberlakukan di awal masa pinjaman. Sedangkan masa bunga floating relatif lebih lama karena diberlakukan setelah bunga fixed hingga akhir masa pinjam. Hal inilah yang membuat nilai rumah menjadi tinggi.

Kepemilikan Rumah yang Tertunda
Bank baru akan memberikan sertifikat rumah Anda saat seluruh cicilan KPR telah lunas. Nah, ini pula yang jadi salah satu kekurangan yang bisa Anda rasakan jika memilih untuk membayar DP rumah di bawah 20%. Saat pinjaman yang Anda ajukan bernilai besar dan waktu pelunasannya semakin lama, tentu waktu kepemilikan pun jadi semakin tertunda.

Keuntungan KPR DP Ringan

Memilih rumah dengan DP 20% atau lebih kecil dari itu dapat memberikan beberapa manfaat juga, diantaranya:

Bisa Punya Rumah Lebih Cepat
Bagi Anda yang sudah terdesak harus segera memiliki rumah namun dananya masih terbatas, membeli rumah dengan DP kecil akan menjadi pilihan yang solutif.

Tidak Perlu Mencairkan Banyak Uang
Sebelum membayarkan uang muka rumah, Anda tentunya sudah memiliki sejumlah tabungan bukan? Nah, apabila jumlah tabungan lebih besar dari uang DP, Anda pun tidak perlu repot-repot mencairkan dana lain dengan jumlah yang banyak ke bank.

Punya Tabungan untuk Hal Tak Terduga
Sisa uang tabungan Anda yang bersisa, bisa digunakan untuk berinvestasi atau pun ditabung agar mendapatkan bunga. Hasilnya nanti bisa bermanfaat untuk keperluan lain yang bersifat emergency atau untuk membiayai cicilan di masa depan.

Selain untuk kedua hal tersebut, Anda pun akan memiliki tabungan untuk pembayaran tak terduga di tengah masa cicilan. Misalnya Anda mengalami gagal bayar akibat bunga floating, uang tabungan itu bisa bermanfaat untuk menutupinya sementara

Kesimpulan
Apa pun pilihan yang Anda ambil, semuanya kembali pada kebutuhan dan pertimbangan diri. Sebelum memilih, pastikan untuk mencari dan membandingkan berbagai pilihan pinjaman yang memang sesuai dengan kemampuan Anda.
close
Banner iklan disini