Terbaru

Ancaman Penjara Bagi yang Hobi Menyebarkan Film di Medsos

Capture video sosialisasi APROFI dan BEKRAF

Saat menonton film, pernah kita melakukan hal-hal yang sebenarnya dilarang bahkan melanggar hukum? Seperti merekam adegan film sampai menyebarkan melalui sosmed. Ternyata hal ini bisa dibilang aksi pembajakan. Lalu, bagaimana dengan mendownload dan menyebarkannya melalui media internet atau menjualnya dalam bentuk DVD bajakan. Wah, kalau itu sih sudah masuk kejahatan.

Lalu, mengapa hal tersebut sering terjadi dan apa yang membuat mereka melakukan hal tersebut. Mungkin saja, perilaku masyarakat yang ingin gratisan atau kurangnya bioskop beserta penyebarannya. Membuat orang-orang yang ingin menonton film pun harus bersabar mendapatkan versi bajakannya. Dimana hal tersebut merugikan sineas dan sutradara yang sudah berusaha sekuat tenaga untuk membuat karya mereka. Apalagi, nilai pembajakan sendiri bisa mencapai puluhan miliar Rupiah. 

Karena itu, APROFI (Asosiasi Produser Film Indonesia) bekerjasama dengan BEKRAF, Lembaga Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual dan Bioskop menggelar press conference untuk menjelaskan beberapa hal. Salah satunya, penutupan akses situs streaming ilegal yang sudah dilakukan oleh Kemenkominfo. 

Sebanyak 176 situs yang melanggar hak cipta berupa film ilegal sendiri telah diblokir. Sehingga, mereka semua sudah dibasmi terlebih dahulu sebelum melakukan peredaran streaming film ilegal. Lain lagi dengan penjualan DVD bajakan. Dimana, hal ini masih mudah ditemui di mall-mall atau pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia. 

Menurut Fauzan Zidni, Ketua umum Aprofi. Mengatakan kalau razia dan penutupan situs streaming ilegal ini dilakukan untuk melindungi bisnis streaming legal dan juga menghormati sineas Indonesia yang tidak mendapatkan royalti akibat kejahatan ini. 

Selain itu, dalam konferensi pers yang dihadiri MPA dan perwakilan bioskop di Indonesia, seperti Cinemaxx, CGV dan 21 Cineplex pun menyatakan kalau pembajakan dan streaming ilegal harus diberantas.

Oleh karena itu, mereka semua membuat sebuah kampanye untuk mengurangi pembajakan film, terutama dari media sosial seperti Instagram stories dan media sosial berbau live. Karena hal tersebut mengundang kekacauan dan potensi kejahatan. Mau tahu seperti apa? Cek video dibawah ini.


close
Banner iklan disini