Terbaru

Beauty and The Beast, Kisah Ketulusan Tak Lekang Zaman

sinopsis Beauty and the Beast
Kisah si Cantik dan Buruk Rupa diangkat dalam bentuk live action 

Kisah ini bermula dari seorang anak perempuan dari sebuah desa di Perancis, Bernama Belle. Dia sendiri dibesarkan oleh ayahnya yang keahilannya membetulkan jam. Sementara, tak jauh dari desa ini, hidup seorang pangeran yang dikutuk oleh seorang penyihir. Memang, awalnya karena keangkuhan dan juga serakahnya dia dalam memungut pajak. Membuatnya jadi seorang Beast atau si Buruk Rupa.

Namun, pertemuannya dengan Belle membuat si buruk rupa mulai mengubah sikapnya dari yang egois, tertutup dan anti sosial menjadi terbalik. Di tengah hubungan mereka, munculah tokoh antogonis pria tampan percaya diri bernama Gaston yang sebenarnya lebih jahat dibandingkan si buruk rupa. Akhir kisahnya seperti apa mungkin sudah banyak orang tahu. Namun bisa dicoba dengan menonton

Kalau melihat sinopsisnya sendiri, sudah terbayangkan seperti apa kisah cerita dari dongeng Disney yang sangat digemari oleh anak kecil yang lahir atau besar di tahun 90-an. Ya, Beauty And The Beast dibuat dalam versi Live Action atau diperankan oleh aktor dan aktris Holywood. Sebut saja, Emma Watson sebagai Belle dan si Buruk Rupa oleh Dan Steven. Serta, Gaston diperankan Luke Evans. 

Film ini sendiri mulanya banyak ditunggu oleh seluruh penggemar saat diumumkan akan dijadikan Live Action. Mulai dari pemeran sampai seperti apa wujud filmnya. Sampai sebuah skandal LGBT yang sedikit merusak reputasi film ini. Ya, meski banyak penolakan seperti Rusia yang tidak tayangkan film ini sampai Malaysia yang sempat mengancam akan memotong 4,5 menit dari film tersebut. Meskipun, pihak sensor menyerah dan berikan rating PG-13 atau untuk remaja.

Sebenarnya tidak ada sama sekali perilaku LGBT yang ditampilkan dalam film ini. Meskipun, Luke Evans sendiri yang mengakui dirinya adalah gay tidak terlihat sebagai sosok penyuka sesama lelaki. Sedangkan LeFlou pun tidak perlihatkan gaya kemayu atau lemah gemulai ala lelaki homo. 
Lantas bagaimana dengan Emma Watson?  Ini merupakan film dengan nuansa dongeng pertamanya dan sekaligus musikal. Hasilnya sendiri, begitu menakjubkan sekali, bisa disandingkan dengan Emma Stone yang bermain di La La Land. Rasanya terbayarkan semua impiannya bermain di film musikal. Apalagi, sosoknya begitu sesuai dengan Belle. Sederhana, anggun dan pintar. Namun tetap menggambarkan perempuan era saat ini, teguh dalam pendirian.

Lalu bagaimana The Beast atau Si Buruk Rupa? Ternyata Dan Steve sanggup membawakan sosok si Buruk Rupa dengan baik. Meskipun, dia harus lebih menakutkan saat bertemu pertama kali dengan Belle. Rasanya, hal tersebut disesuaikan agar bisa ditonton oleh semua orang. 

Soal tata gambar rasanya begitu kental dengan versi animasinya. Mulai dari istananya, lalu lagunya bahkan pelayan-pelayan Buruk Rupa pun dibuat begitu mirip sekali. Sehingga, tidak ada yang terlewatkan sekalipun. 

Untuk nilai sendiri, rasanya bisa kita berikan angka 9. Mengapa harus 9 bukannya 7 atau 8? Bisa dibilang ini adalah film tersukses Disney dan memberikan pengalaman baru terhadap anak kecil dan nostalgia bagi mereka yang lahir atau besar di era 90-an. Karena kisahnya sendiri mungkin banyak dijumpai di dunia nyata. Tatkala orang yang memiliki wajah pas-pasan namun bisa menaklukan hati wanita secantik Belle. Kuncinya hanya satu, Tulus. 
close
Banner iklan disini